Sistem pakar merupakan salah satu bagian dari kecerdasan buatan yang akhir
– akhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sistem ini dirancang
untuk menirukan keahlian seorang pakar dalam menjawab pertanyaan dan
menyelesaikan suatu permasalahan baik di bidang kesehatan atau kedokteran,
bisnis, ekonomi dan sebagainya. Sistem pakar merupakan program komputer yang
mampu menyimpan pengetahuan dan kaidah seorang pakar yang khusus. Sistem pakar
sangat membantu untuk pengambilan keputusan, dimana sistem pakar ini dapat
mengumpulkan dan menyimpan pengetahuan dari seseorang atau beberapa orang pakar
dalam suatu basis pengetahuan (knowledge base) dan menggunakan sistem
penalaran yang menyerupai seorang pakar dalam memecahkan masalah. Jadi, sistem
pakar ini dapat memecahkan suatu masalah tertentu karena sudah menyimpan
pengetahuan secara keseluruhan (Naser dan Zaiter, 2008).
Sistem pakar (expert system) secara umum
adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar
komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para
ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan
diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat
menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli.
Sumatra utara merupakan salah satu tempat yang begitu
banyak meyimpan kekayaan alamnya seperti objek-objek wisata alam diantaranya
wisata alam aek sijorni, arung jeram sungai wampu, bukit indah simajarunjung,
bukit paropo silalahi , air terjun dua warna,danau toba dan lain sebagainya.
Degan begitu banyaknya objek wisata di sumatra utara membuat kebanyakan orang
untuk memilih tempat mana yang harus dikunjungi. Maka dari permasalahan
susahnya memilih objek wisata mana yang akan dikunjungi, maka saya ingim
memberikan solusi dengan membuat sebuah inofasi baru yaitu " SISTEM PAKAR
UNTUK INFORMASI WISATA ALAM DI SUMATRA UTARA"
Dengan adanya pembuatan sistem pakar ini maka akan
membantu pengunjung untuk memilih tempat wisata yang mereka inginkan.
terjadapat struktur dari sistem pakar ini adalah sebagai berikut.
Dari sistem pakar diatas dibagi menjadi dua bagian yaitu lingkugan
konsultasi dan lingkungan pengembangan, lingkungan konsultasi digunakan
seseorang yang bukan ahli konsultasi. lingkungan pengembangan digunakan sebagai
pembangun sistem pakar baik dari segi pembangunan komponen maupun basis
pengembangan.
Akusisi pengetahuan
adalah akumulasi, transfer dan
transformasi keahlian dalam menyelesaikan masalah dari
sumber pengetahuan ke dalam program komputer. Dalam tahap ini
knowledge engineer berusaha menyerap pengetahuan untuk selanjutnya
ditransfer ke dalam basis pengetahuan Proses ini merupakan suatu proses yang penting, namun seringkali
menjadi bottleneck yang membatasi pengembangan sistem. dengan akusisi
pengetahuan dapat mengumpulkan wawancara, analisis. Pada tahapan wawancara
dapat menemukan informasi mengenai objek wisata disetiap tempatnya, tahapan
analisis sistem pakara memberikan rekomendasi kepada pengunjung objek wisata
mana yang akan dituju. hasisl yang didapatkan berupa hasil yang didapat dari
sistem wawancara dan akan didokumentasikan dalam aturan produksi IF-THEN. dan
terdiri dari
a. nama objek wisata
b. kriteria objek wisata
c. objek wisata yang diusulkan
pengetahuan yang didapat dari sistem ini berasal dari
beberapa buku dan juga pengetahuan tentang wisata alam yang terdapat disumatra
utara, adapun tahapan-tahapan dalam akusisi pegetahuan.
1. menjelaskan beberapa jenis objek wisata apa saja
yang akan dimasukkan kedalam penelitian
2. mengambil sampel objek wisata mana saja yang akan
dirokumendasikan, karena begitu banyak tempat wisata didaerah sumatra utara.
3. mengkalsifikasi objek wisata dengan beberapa jenis
objek wisata.
4. mengidentifikasi beberapa jenis objek wisata.
5.menentukan decision tree untuk melakukan proses
interface degan menggunakan dicision tree. sebelum menggunakan decision tree
sistem mengidentifikasi terlebih dahulu objek wisata. dan dapat digambarkan
dalam bentuk tabel seperti ini:
atribut
|
Objek Wisata
|
||
Aek sijorni
|
Bukit indah simajarunjung
|
Danau toba
|
|
sejarah
|
Tidak bersejarah
|
Tidak bersejarah
|
bersejara
|
religius
|
Tidak religius
|
Tidak religius
|
religius
|
kuliner
|
Tidak ada kuliner
|
Ada kuliner
|
Ada kuliner
|
Tabel atribut tiap objek wisata
dalam sebuah diticision tree terdapat yang namanya root node. root yang memiliki level tertinggi dari dicision tree , misalnya untuk atribut kuliner akan dujadikan sebagai root node, berikut gambar dari dicision tree dari sistempakar yang akan dirancang.
Sehingga Production Rules-nya menjadi:
Rule 1: IF Kuliner adalah ada kuliner THEN objek wisata adalah Danau Toba.
Rule 2: IF kuliner adalah ada kulinerAND Kuliner adalah ada kuliner THEN objek wisata adalah Bkit indah simajarunjung.
Rule 3: IF Kulineradalah ada kuliner AND Kuliner adalah ada kuliner THEN objek wisata adalah Sejarah.
Model Representasi PUntuk sistem pakar yang saya rancang , saya akan menggunakan skema prosedural yang menggunakan metode Forward Reasoning. Forward Reasoning atau penalaran maju sering disebut juga dengan Data Driven, data yang diketahui. Cara mendapatkan kesimpulan forward chaining yaitu menggunakan rules yang pernyataan nya sesuai dengan fakta yang didapat dan melanjutkan proses pencarian, kesimpulan yang sebenarnya atau sampai tidak ada lagi premis. Berdasarkan rules yang telah dirangkum sebelumnya.
maka untuk mengambil keputusan berdasarkan Forward Reasoning dengan mengikuti rule sebagai berikut:
*. Dari fakta Kuliner
*. Berdasarkan rule , jika Kuliner adalah Ada Kuliner, maka Kuliner adalah Ada kuliner
*. kemudian bersambung ke rule , jika sejarah adalah Ada sdejarah, maka objek wisata adalah danau toba.
Telah didapatkan keputusan dengan atribut adalah kuliner maka keputusan akhir yang dapat direkomendasikan adalah objek wisata danau toba. Penalaran forward reasoning digunakan jika jumlah keadaan awal lebih kecil daripada tujuan.maka kejadian Itu berupa fakta baru, jika lebih baik dipilih penalaran forward.





Thank u ilmu nya
BalasHapusTerimakasih ilmunya semoga bermanfaat
BalasHapus